Rabu, 13 Februari 2013

Budaya Nonton Televisi Oleh Anak


Oleh  : heni buton

Membimbing anak dalam Menonton Televisi

Membimbing anak dalam menonton Televisi tidaklah mudah yang dikatakan. Televisi adalah media yang cepat menyebar di masyarakat. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang anak dan televise dan petunjuk untuk mengawasi penggunaannya

Sebuah laporan nol-enam : Media elektronik dalam kehidupan bayi, balita, dan siswa pra Tk, mengungkapkan :
·        36 persen anak memiliki TV dikamar tidur mereka
·        Anak yang memiliki TV dikamar tidur menonton tv rata-rata 25 menit lebih lama dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki TV dikamar tidur.
·        43 % orang tua berpikir bahwa TV membantu anak dalam belajar
·        77 % anak dapat mengopersikan TV sendiri
·        Anak yang orang tuanya tidak membuat peraturan dalam menonton TV rata-rata menonton televisi dua puluh Sembilan menit lebih lama dibandingkan dengan anak yang orang tuanya membuat peratuaran

Jadi, bagaimana seharusnya kita sebagai ahli pendidikan anak menasehati orang tua menyankut waktu menonton Tv anak mereka?? Berikut ada beberapa saran :

1.        Tetapkan peraturan dan bimibaingan sedari awal. Sama seperti kebiasaan-kebiasaan lain, kebiasaan menonton televise dimulai dari usia dini. Oleh karena itu, lebih baik mengembangkan kebiasaan baik tentang menonton televise sedini munkin daripada  mencoba menghilangkan kebisaan lama dikemudian hari.
2.      Buatlah petunjuk bagia anak dalam menonton televise, beberapa peraturan dan batasan dasar mencakup :

§  Batasi waktu anak dalam menonton Televisi . Konsensus umum dimasyarkat adalah anak-anak menonton televise lebih lama daripada seharusnya. Akademi kesehatan anak Amerika menyarankan agar waktu menonton televise anak dibatasi menjadi satu atau dua jam perhari.
§  Hindari menonton televise di saat makan. Menonton televise pada waktu makan akan menciptakan kebiasaan buruk terkait dengan obrolan dan interaksi keluarga. Anak-anak yang makan ketika menonton televise cenderung makan lebih banyak sehingga berat badan  mereka bertambah.
§  Batasi atau tiadakan makanan ringan untuk anak saat menonton televise. Anak-anak( juga orang dewasa) cenderung mengkosumsi makanan ringan manis atau asin saat menonton televise. Karennya banyak iklan televise terutama ditujukan bagi anak-anak, menawarkan makanan ringan manis dan asin. Oleh karena itu, jumlah dan jenis makanan ringan yang dimakan anak saat nonton televise harus diawasi dan diatur.
 
3.      Awasi anak saat menonton televise. Anak-anak tidak boleh diijinkan menonton televise orang dewasa,program kekerasan, atau kartun yang berisi kekerasan. Ini berarti bahwa orang tua dan orang dewasa lain yang bertanggung jawab atas anak harus menyaring dan mengawasi apa yang anak nonton. Jika anak diperbolehkan menonton program kekerasan merka tidak hanya belajar prilaku kejam dan agresif  tetapi juga mereka menjadi acuh tak acuh (tidak sensitif) akan kekerasan.
4.     Jangan tempatkan televise di kamar tidur anak. Secara umum anak-anak seharusnya tidak diijinkan untuk memiliki televise di kamar mereka; namun demikian seperti yang ditunjukkan oleh data, 36 persen anak memiliki televise dikamar mereka, waktu menonton televise mereka tidak dapat diawasi dan mereka dapat menonton apapun yang mereka inginkan.
5.      Jangan gunakan televise sebagai pengasuh anak. Televisi tidak dapat merawat, melindungi dan mengasuh anak. Dengan kata lain, televise
6.     Ikut sertalah dengan anak-anak. Orang tua harus menonton televise bersama  anak mereka.  Dengan cara ini orang tua dapat membahas isi program dengan anak mereka dan dapat menjelaskan prilaku dan tindakan ditelevisi.
7.      Jadilah teladan yang baik. Orang tua dapat menjadi teladan yang baik jika mereka member contoh yang baik tentang program yang mereka nonton. Orang tidak seharusnya tidak menonton program orang dewasa,seksual, atau yang berisi kekerasan ketika anak mereka ikut menonton.
8.      Bantu anak belajar dari televise. Mayoritas orang tua percaya bahwa anak belajar dari televise. Sehingga, dukung orang tua untuk menonton program yang berisi pendidikan bersama anak mereka.

 


Sumber : George S. Morison “Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia dini” hal. 48