Jumat, 06 September 2013
Rabu, 13 Februari 2013
Budaya Nonton Televisi Oleh Anak
Oleh : heni buton
Membimbing
anak dalam Menonton Televisi
Membimbing anak dalam menonton
Televisi tidaklah mudah yang dikatakan. Televisi adalah media yang cepat
menyebar di masyarakat. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang anak dan
televise dan petunjuk untuk mengawasi penggunaannya
Sebuah
laporan nol-enam : Media elektronik dalam kehidupan bayi, balita, dan siswa pra
Tk, mengungkapkan :
·
36
persen anak memiliki TV dikamar tidur mereka
·
Anak
yang memiliki TV dikamar tidur menonton tv rata-rata 25 menit lebih lama
dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki TV dikamar tidur.
·
43
% orang tua berpikir bahwa TV membantu anak dalam belajar
·
77
% anak dapat mengopersikan TV sendiri
·
Anak
yang orang tuanya tidak membuat peraturan dalam menonton TV rata-rata menonton
televisi dua puluh Sembilan menit lebih lama dibandingkan dengan anak yang
orang tuanya membuat peratuaran
Jadi,
bagaimana seharusnya kita sebagai ahli pendidikan anak menasehati orang tua
menyankut waktu menonton Tv anak mereka?? Berikut ada beberapa saran :
1.
Tetapkan
peraturan dan bimibaingan sedari awal. Sama seperti kebiasaan-kebiasaan lain,
kebiasaan menonton televise dimulai dari usia dini. Oleh karena itu, lebih baik
mengembangkan kebiasaan baik tentang menonton televise sedini munkin
daripada mencoba menghilangkan kebisaan
lama dikemudian hari.
2.
Buatlah
petunjuk bagia anak dalam menonton televise, beberapa peraturan dan batasan
dasar mencakup :
§ Batasi waktu
anak dalam menonton Televisi . Konsensus umum dimasyarkat adalah anak-anak
menonton televise lebih lama daripada seharusnya. Akademi kesehatan anak
Amerika menyarankan agar waktu menonton televise anak dibatasi menjadi satu
atau dua jam perhari.
§ Hindari
menonton televise di saat makan. Menonton televise pada waktu makan akan
menciptakan kebiasaan buruk terkait dengan obrolan dan interaksi keluarga.
Anak-anak yang makan ketika menonton televise cenderung makan lebih banyak
sehingga berat badan mereka bertambah.
§ Batasi atau
tiadakan makanan ringan untuk anak saat menonton televise. Anak-anak( juga
orang dewasa) cenderung mengkosumsi makanan ringan manis atau asin saat
menonton televise. Karennya banyak iklan televise terutama ditujukan bagi
anak-anak, menawarkan makanan ringan manis dan asin. Oleh karena itu, jumlah
dan jenis makanan ringan yang dimakan anak saat nonton televise harus diawasi
dan diatur.
3.
Awasi
anak saat menonton televise. Anak-anak tidak boleh diijinkan menonton televise orang
dewasa,program kekerasan, atau kartun yang berisi kekerasan. Ini berarti bahwa
orang tua dan orang dewasa lain yang bertanggung jawab atas anak harus
menyaring dan mengawasi apa yang anak nonton. Jika anak diperbolehkan menonton
program kekerasan merka tidak hanya belajar prilaku kejam dan agresif tetapi juga mereka menjadi acuh tak acuh
(tidak sensitif) akan kekerasan.
4. Jangan
tempatkan televise di kamar tidur anak. Secara umum anak-anak seharusnya tidak
diijinkan untuk memiliki televise di kamar mereka; namun demikian seperti yang
ditunjukkan oleh data, 36 persen anak memiliki televise dikamar mereka, waktu
menonton televise mereka tidak dapat diawasi dan mereka dapat menonton apapun
yang mereka inginkan.
5.
Jangan
gunakan televise sebagai pengasuh anak. Televisi tidak dapat merawat,
melindungi dan mengasuh anak. Dengan kata lain, televise
6. Ikut
sertalah dengan anak-anak. Orang tua harus menonton televise bersama anak mereka.
Dengan cara ini orang tua dapat membahas isi program dengan anak mereka
dan dapat menjelaskan prilaku dan tindakan ditelevisi.
7.
Jadilah
teladan yang baik. Orang tua dapat menjadi teladan yang baik jika mereka member
contoh yang baik tentang program yang mereka nonton. Orang tidak seharusnya
tidak menonton program orang dewasa,seksual, atau yang berisi kekerasan ketika
anak mereka ikut menonton.
8.
Bantu
anak belajar dari televise. Mayoritas orang tua percaya bahwa anak belajar dari
televise. Sehingga, dukung orang tua untuk menonton program yang berisi
pendidikan bersama anak mereka.
Sumber
: George S. Morison “Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia dini” hal. 48
Langganan:
Komentar (Atom)